Berburu Masjid di Barcelona

Author - October 14, 2015
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Saya punya satu kebiasaan yang sebenernya agak ga wajar buat turis yaitu saya selalu ingin mencari mesjid di setiap tempat yang saya kunjungi terutama ketika wisata di luar negeri, tujuannya sih selain saya ingin shalat di sana saya juga ingin melihat orang muslim yang ada di negara tersebut.

masjid barcelona

(Ilustrasi : instagram.com/fitrinl)

Oleh karena itu ketika saya memulai tur Eropa pada bulan September kemarin saya memiliki keinginan untuk mengunjungi masjid pada setiap negara yang saya singgahi. Termasuk ketika saya di Barcelona, berbekal dengan bantuan google, saya menemukan satu masjid yang letaknya tak jauh dari tempat saya tinggal. Saya pun sudah melihat foto-foto yang ada di google sebagai gambaran seperti apa masjid yang akan saya datangi nanti.

Menuju Masjid di Barcelona

Dengan perasaan riang gembira saya pun naik kereta menuju stasiun yang harus saya datangi. Dari daerah itu saya harus berjalan kaki selama 15 menit menuju lokasi. Saat keluar dari stasiun saya melihat banyak restoran Turki yang ada di pinggir jalan, sebenarnya saya sudah cukup lapar karena tidak sarapan tapi saya pengen banget shalat zuhur berjamaan di masjid jadi keinginan makan saya tunda dulu. Saya pun berjalan mengikuti arahan gps melewati jalan yang menyempit sampai masuk ke dalam lorong yang menembus jalanan yang cukup ramai.

nama masjid di barcelona

Lorong menuju masjid yang saya tuju

Saya berjalan cukup pede dengan panduan gps sampai kata “You have reached your destination.” Terdengar dari ponsel yang saya pegang yang membuat saya celingukan bingung karena saya tidak melihat bangunan berbentuk masjid di area itu. Perlu beberapa detik bagi saya untuk menyadari bahwa railing door yang tertutup tepat di depan saya itulah masjid yang saya cari.

Masjid di Barcelona yang Diluar Dugaan

Satu menit pertama saya terdiam bengong ga kece gitu menghadapi kenyataan bahwa mesjid itu tak sesuai dengan kenyataan persis kayak tau klo si gebetan ternyata ga demen perempuan gitu deh sensasinya. Menit berikutnya saya mulai heboh, tentu saja dalam hati karena saya mau tetap terlihat kece saat banyak orang yang menatap saya. Satu hal yang saya sadari belakangan, banyak orang yang ada di pinggir jalan yang menatap saya sejak saya tiba di sana.

Saya sempat berjalan menyusuri area tersebut, mencoba mencari bangunan masjid yang sesungguhnya sembari berharap dalam hati kalau si gps ini salah, persis seperti ketika kamu berharap si gebetan nan sekong itu masih bisa jadi doyan perempuan (ini bukan curcol ya!). Tapi denial memang tak pernah berbuah manis, saya tak menemukan apa-apa selain kenyataan bahwa masjid yang saya cari memang yang sedang tutup itu. Saya pun akhirnya menunggu dengan sabar di depan masjid menanti keajaiban masjid ini akan dibuka segera.

masjid di barcelona

Sang masjid tujuan

20 menit berlalu saya menatap nanar papan bertuliskan Mezquita Tariq bin Ziyad dengan railing door yang masih tertutup di bawahnya dan hampir menyerah saat saya melihat seorang pemuda arab dan ayahnya berdiri di depan masjid dengan ekspresi yang saya dengan saya beberapa waktu yang lalu. Saya sih tidak mengerti mereka berbicara apa tapi sepertinya ayah si pemuda tadi mencari seseorang yang memiliki kunci bangunan tersebut, asa shalat di masjid yang hampir padam mendadak muncul kembali terutama saat beberapa saat kemudian datang seseorang yang berpakaian seperti imam yang membawa rentengan kunci di tangannya.

Ia membuka separuh railing door kemudian membuka pintu, pemuda dan lelaki tadi masuk ke dalam masjid bersamanya sementara saya berdiri dengan pandangan galau karena pintu yang terbuka hanya sedikit. Jadi saya menunggu sampai si imam tadi keluar dan bertanya apakah saya bisa shalat di dalam. Ia bilang waktu Zuhur belum tiba yang membuat saya ngeh ternyata aplikasi yang saya pakai selama ini salah. Masih satu jam lagi dan orang akan tiba untuk shalat berjamaan di masjid jam 3 sore, ia bilang saya harus kembali lagi setelah jam 3.

Meski tidak paham saya pun mengangguk lalu berjalan kembali ke stasiun kereta, saya agak patah hati karenanya hingga memutuskan untuk menghibur diri dengan menyantap makanan Turki di salah satu resto di dekat stasiun. Saya pun menunggu sampai jam 3 di sana dan bertekad akan kembali lagi ke masjid. Tepat jam 3 saya pun bergegas untuk kembali ke masjid karena ingin shalat berjamaah, alangkah kagetnya saya posisi pintu masih sama ketika saya tiba yaitu hanya terbuka separuh tapi kali ini ada banyak lelaki yang keluar masuk.

Saya mendekati seorang lelaki yang sedang duduk sembari mengikat tali sepatu dan bertanya apa masjid sudah buka, ia menjawab bahwa masjid masih tutup dan saya hanya bisa masuk ketika maghrib tiba yang langsung menghancurkan harapan. Saya sempat bertanya kepada beberapa orang yang lain tapi mereka tidak bisa berbahasa inggris yang membuat saya harus puas dengan jawaban pria yang tadi.

Hal Aneh di Sekitar Masjid Barcelona

Saya pun masih berdiri di pinggir jalan sembari menimbang apa yang harus saya lakukan setelahnya saat sebuah mobil menepi ke tempat saya berdiri, pengemudi di dalamnya membuka kaca dan menatap saya terang-terangan yang membuat saya menatap balik karena heran dengan pandangannya, beberapa detik berlalu dalam adegan pandang-pandangan-ga-penting-ala-pelem-pelem ia baru menyadari saya memegang peta yang membuatnya sadar saya seorang turis, ia pun kembali menjalankan mobilnya. Saya perlu beberapa saat sebelum menyadari pemandangan di depan saya.

Ternyata tempat saya berdiri itu sepertinya area dimana para pelacur menjajakan diri, sekumpulan wanita yang saya liat sejak tadi berdiri di pinggir jalan adalah para penjaja cinta yang sedang menanti klien, membuat saya ngeh kenapa sejak tadi yang saya lihat semua berpakaian seksi nan mengundang dengan makeup heboh, dan beberapa wanita atau pria yang berdiri mengawasi sejak tadi adalah sang mami yang menemani sang ‘anak’.

masjid di kota barcelona

Area di kanan kiri masjid yang ternyata cukup horor

Ketika menyadari hal itu saya pun bergegas pergi dengan segudang pemikiran di kepala, pantas saja sejak tadi banyak wanita yang menatap saya dengan pandangan tak biasa sejak saya berdiri di sana. Pantas saja pengendara mobil tadi menatap saya dengan heran, sepertinya mereka heran kenapa saya bisa ada di sana. Setelah ditelusuri tenyata masjid di Barcelona yang saya ingin kunjungi itu hanya untuk lelaki alias mereka tidak mengijinkan wanita untuk masuk dan beribadah di dalam.

Pengalaman berburu masjid di Barcelona itu masih membuat saya cekikikan sendiri sih membayangkan tatapan mereka yang menatap saya hari itu. Bagaimana denganmu, apa kamu pernah punya pengalaman yang ga biasa saat berburu masjid di suatu tempat?

Cheers,
Miss Bella Hasky

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *