Bromo dan 29 Jam di Kereta – Bagian 1

Author - September 4, 2015
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Syukur padaNya sudah beberapa kali tugas kantor membuat gue menjelajahi Jawa Timur sampe ke ujung Madura. Tapi belum sempat berlibur mengunjungi Bromo yang legendaris ituh. Nah, pas temen SD tercinta, Krishna alias Bunegara (beliau mendapat julukan itu karena pas reuni antarangkatan dengan suka cita menjadi Bendahara yang rempong mengurus ini itu) ngelancarin rayuan maut ngajakin wisata ke Bromo dan sekitarnya bareng DAE (trip organizer milik Endy, adeknya) dengan budget murmer (total di bawah sejuta rupiah saja, sungguh gue nggak nolak!

Gue langsung ajak Nana, teman Support Group yang hobi jalan-jalan. Lima tahun nggak ketemu, lucu nginget adegan ketemu lagi. Setelah buka pintu toilet bandara Terminal 3 Soetta, tepat di depan gue dia berdiri menunggu antrian hihihi. Dari situ kami jadi deket lagi. Dia langsung hayuk aja diajakin ke Bromo, apa lagi dia emang penyuka kegiatan di alam bebas.

Rombongan Bromo ketika masih lengkap sebelum perjalanan kereta

Rombongan ketika masih lengkap sebelum perjalanan kereta

Long weekend 3 April itu pun tiba. Gue sengaja dateng awal ke Stasiun Senen jam 11an, antisipasi macet broh. Ketemu Bunegara dan Arsyad sang suami alias Papahnegara yang ngajak teman-teman mereka sesama bankers. Gue dan Nana masuk dalam rombongan itu, total ada 10 orang. Kalo digabung dengan rombongan lain dari DAE sebagai penyelenggara, ada sekitar 50an orang ngkali. Dari obrolan dengan beberapa calon teman seperjalanan, beberapa pernah ke Bromo tapi pingin datang lagi dan lagi. Jadi tambah penasaran dengan keindahan Bromo nih.

Nana dateng menjelang keberangkatan. Beberapa minggu lalu dia baru pulang umroh, terasa banget gairah iman Islamnya lagi tinggi. Antusias nyeritain pengalaman rohaninya, “Jadi Mbak. Allah tuh pingin kita berjuang tanpa batas, setelah kita bener-bener berusaha nanti Allah akan kasih kita hasil yang terbaik.” Hmm, gue berasa dikasih percikan segar pas mood lagi kena PMS dan berasa gimanaaa gitu hehehe. Bukan suatu kebetulan.

29 Jam di Kereta!!!

Kereta Matarmaja jurusan Jakarta – Malang berangkat jam 15.15 petang. Beberapa kali gue naik kereta ekonomi ke Yogyakarta. Baru kali ini naik jurusan ke Malang, dengan durasi panjang pulak (18 jam). Gue duduk bareng Nana, di depan gue ada sobat kerjanya Bunegara; Mbak Nanie & Mbak Nusi. Lantaran lagi dateng bulan terus kurang tidur sebelumnya akibat nguber kerjaan plus posisi duduk yang ngadep ke belakang, gue milih langsung tidooooor zzzzz buat nyiapin stamina. Rencananya kan sesampenya di Malang ada agenda padett, bakal ke Museum Angkut di Batu dll, terus dini hari kudu pergi ngejar Bromo Sunrise. Bodi mesti fit cuyyy! Nana & Bunegara dkk cekikikan liat gue yang pelor.

Setiap melek gue liat kerjaan Nana kalo nggak ngubek kerjaan di layar tabletnya, ya sholat dan berdoa terus. “Gue mesti jaga ibadah gue supaya bisa tetep dekat terus sama Allah, Mbak,” gitu kata gadis berlatar Psikologi ini ceria. Nana juga cepat berbaur tukar cerita dengan penumpang lain, dan sebagai yang termuda di rombongan, kecerewetannya menyegarkan suasana. Gue ngobrol juga dengan Mbak Nanie, perempuan Jawa mungil bertutur halus nan medhok itu juga penyuka traveling dan baru pulang umroh plus Turki. Nana & Nanie. Klop deh.

Tapi pernah juga Nana ngagetin gue, malem-malem rada histeris gitu wkwkwkw gara-gara… tikus! Hoaaaaa, mana mereka saling bertatapan mesra gitu wkwkwkwk. Kayaknya tuh tikus salah sasaran deh, harusnya datengin Bunegara yang punya banyak stok makanan lebih. Dijamin lebih histeris dan satu gerbong dibuat gempar hahahaha. Bunegara kan punya kisah traumatis dengan tikus. Siapa sih perempuan yang nggak? Hihihii.

Masuk Jawa Tengah, kereta mulai ndhut-ndhutan terus berhenti lama. Setengah hari sudah berlalu, kereta lelet banget bergerak. Pantat berasa panasss jangan ditanya hihihi. Ternyata ada musibah rel ambles karena longsor akibat hujan terus-menerus. Kabarnya kereta pun menggunakan jalur yang sudah lama nggak dipake, dan pagi itu kami terdampar lama di Ngrombo, stasiun kecil terletak antara Purwodadi dan Solo. Penumpang langsung heboh, berhamburan ke luar mencari makan minum dan… toilet pastinya! Perut gue berasa nggak karu-karuan banget, antara laperrr dan bergejolak mau pup. Gimana inih, rada panik liat antrian toiletnya panjang mengular. Semoga gue bisa tahan hmmppphhh…

Nana ngajak gue nyari makan. Setiap warung pecel luber pembeli, sampe kebingungan. Kami memutuskan jalan terus ke luar stasiun. Alhamdulillah ketemu juga sama Mbak penjual pecel yang masih punya persediaan. Makan nasi pecel + peyek ditutup teh manis hangat terasa nikmat! Gratis lagi, dibeliin tim DAE 😀 Tapi setelah itu perut gue bergejolak lagi. Setress deh gue wkwkwkwk. Untungnya kami menemukan rumah penduduk yang menyediakan toilet. Di saat itu, bisa pup, mandi bebek dan sikat gigi dibantu limpahan air bersih jadi sesuatuh yang bener2 bikin gue bersyukur legaaa.

Kembali ke kereta, rombongan Bunegara berkurang 3, yang memutuskan balik ke Jakarta karena keterlambatan kereta. Tim kami tinggal bertujuh yakni: Bunegara, Papahnegara, Nana, gue, Mbak Nanie, Mbak Novy & Pak Johny. The lucky seven hehehe. Kereta kembali bergerak lambat. Total 29 jam kami habiskan di kereta. Gue senang tim ini tetap kompak dan terus saling melempar canda. Kami tetap fokus pingin ke Bromo. “Kita ambil hikmahnya aja ya Mbak, kita tetap sehat selamet, nggak ikut ambles dalam longsor itu,” ujar Nana. Selain itu gue salut banget sama anak-anak kecil dalam gerbong yang terus berceloteh ceria, sepertinya malah menikmati berlama-lama berada di kereta.

Bagian 1 / Bagian 2

Just a wayfarer under heaven skies, loves reading (Spirituality, Culture, Literature, Philosophy, History, etc), watching movies, listening to music, photographs collecting, traveling, trekking and social working. A heavy dreamer and 3/4 vegan 🙂 She can be reached here.
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *