Kangennya Jalan-jalan ke Jepang

Author - January 16, 2018
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Sudah beberapa tahun berlalu sejak terakhir saya jalan-jalan ke Jepang. Kalau sedang nonton Waku-waku Japan, iseng baca-baca koleksi manga lama, mendengarkan jpop, atau melihat instagram teman-teman yang sedang jalan-jalan kesana, sering saya merasa kangen untuk wisata ke Jepang lagi.

Memang banyak yang bilang kalau Jepang itu nyaman dan enak banget negaranya. Teman saya sampai bilang kalau bikin ga pengen pulang ☺️ Banyak yang suka Jepang karena bersihnya, teraturnya, tepat waktunya, kecanggihannya, budayanya, ataupun ramah-tamah orang-orangnya.

Untuk saya pribadi, berikut hal-hal yang bikin saya kangen Jepang.

Asiknya ‘Bermain’ Vending Machine Ketika Jalan-jalan ke Jepang

jalan jalan ke jepang
Benda satu ini ada buanyaak banget di Jepang, ada di hampir tiap sudut kota dan menjual berbagai hal dari yang umum seperti minuman, sampai yang agak ‘unik’ seperti buku, ramen, kaos kaki, bahkan bra! Dalam perjalanan kemarin sih, saya ga lihat yang unik-unik itu ya, entah apa saya aja yang kurang perhatian. Tapi kalo ketemu vending machine yang jual bra, dipikir-pikir kok ya malu bener mau belinya 🀣 .

Saya paling banyak melihat vending machine untuk minuman, dan saya suka sekali memasukkan koin ke mesin ini, lalu mencoba berbagai rasa minuman-minuman yang disediakan. Kebetulan saya kesana ketika musim dingin dan vending machine disana ada opsi minuman hangat. Lumayan banget buat ngangetin badan yang menggigil. Minuman-minumannya pun rata-rata light dan tidak terlalu manis. Suka!

Tidur di Tempat Tidur Tingkat

wisata jepang

Seperti ini tampilan tempat tidur tingkat di hostelnya. (Oak Zen Hostel)


Ini agak random sih, ga penting-penting amat buat dikangenin sebenernya hahaha. Saat di Tokyo, saya dan teman-teman menginap beberapa hari di salah satu hostel. Hostel semacam ini memang biasanya untuk backpacker karena harganya yang terjangkau. Tapi ruangannya memang tidak besar dan mesti berbagi dengan pengunjung lainnya.

Hostel yang saya tempati ini ada ruangan khusus untuk wanita. Ruangannya terdiri dari banyak kasur-kasur bertingkat, namun cukup luas sehingga kami masih bisa mondar-mandir tanpa khawatir senggol-senggolan. Cukup space untuk meletakkan koper-koper kami yang besar-besar itu, bahkan kami juga bisa shalat dengan nyaman. Tapi di hostel seperti ini memang kudu banyak toleransi dengan pengunjung lainnya, misalnya antri kamar mandi dan masak di dapur, tidak berisik ketika malam hari, dan sebagainya.

Diantara semua hal, yang bikin saya kangen adalah tempat tidur tingkat di hostel ini. Saya kebetulan dapat kasur yang diatas, agak peer sih karena mesti naik-turun tangga, tapi saya suka karena kasurnya empuk, luas untuk saya yang berukuran agak ‘extra’ ini, dan nyamaan. Ada tirai di setiap kasur jadi ga perlu khawatir privacy terganggu, ada lampu dan colokan listrik, selimutnya pun hangat dan nyaman sekali. Selimut semacam ini penting banget loh buat tidur nyenyak di musim dingin. Jadilah di kasur itu saya pulas banget tidurnya πŸ˜„ .

Gift Wrapping

Ini juga hal random lainnya yang bikin saya kangen jalan-jalan ke Jepang. Jadi ceritanya saya membeli tumbler Starbucks di Osaka, ketika akan membayar, kasirnya bertanya apakah tumbler ini untuk hadiah? Saya jawab ya, dan tumbler tersebut langsung dibungkus kado yang rapi, yang sebelumnya dilapisi dulu dengan sejenis bubble wrap, tanpa biaya tambahan. Hal sama juga saya temukan ketika membeli beberapa souvenir di Shirakawa-go, mereka menawarkan kantong yang lucu untuk pembungkus souvenir tersebut. Hal-hal yang mungkin sederhana tapi sangat berkesan bagi saya.

wisata di jepang

Contoh gift wrapping di Jepang, saya lupa foto gift wrapping tumbler Starbucks itu soalnya πŸ˜† . (thinkstock)

Konon katanya, budaya memberi dan menerima hadiah itu sangat penting di Jepang, dan hadiah yang paling populer adalah makanan. Jadi mungkin ini sebabnya kenapa mereka menawarkan tumbler yang saya beli untuk dibungkus. Selain itu, konon katanya lagi, orang Jepang memang sangat memperhatikan presentasi dari suatu produk, jadi produk tersebut selain berfungsi dengan baik juga harus tampak indah. Saya perhatikan desain kemasan-kemasan produk disana memang rata-rata bagus-bagus. Dan beberapa oleh-oleh di duty free juga dibungkus kado yang menarik. Biar kelihatan ‘pantas’ untuk diberikan sebagai hadiah kali ya, jadi sang penerima juga merasa dihargai, pembeli pun tidak usah repot-repot membungkus hadiah lagi.

Jalan-jalan ke Jepang dan Terkesima dengan Toilet di Jepang yang Canggih

Udah sering denger kali ya tentang kecanggihan dan nyamannya toilet di Jepang. Sebelum kesana saya sempat kepikiran gimana nanti pakai toiletnya, sampai googling gambar toilet Jepang dan petunjuknya segala. Soalnya kalau disana nanti pakai kanji kan saya ga bisa baca, khawatir norak hahaha. Dan ternyata walaupun tertulis dengan kanji, tetap ada icon-icon yang cukup jelas kok, di beberapa toilet juga menggunakan bahasa Inggris, jadi ga usah khawatir ga usah bersedih saudara-saudaraa.

tempat wisata di jepang

Tombolnya ada bermacam-macam.

Jadi ada semprotan untuk bagian depan, bagian belakang, bisa disetel juga tingkat kekencangannya, ada pengeringnya juga, ada tombol suara juga buat menyamarkan suara-suara ‘panggilan alam’ ituh, komplit lah sampe hal-hal yang ga kepikir bisa ada di toilet udah dipikirin sama mereka wkwkwk.

Saya kira semua toilet akan sama semua, ternyata beda-beda, ada yang tanpa suara, ada juga yang tombol-tombolnya ga terlalu banyak. Paling suka sih waktu ke salah satu toilet di Osaka, dudukannya angeett, berasa pewe banget jadinya dikala habis kedinginan di cuaca musim dingin. Yang saya suka lagi, rata-rata hampir semua toiletnya bersih! Bahkan toilet di tempat-tempat umum seperti stasiun kereta atau bahkan tempat wisata di Jepang yang diatas gunung juga bersih. Ckck.. ruar biasa.

Kira-kira itu sebagian hal-hal yang bikin saya kangen jalan-jalan ke lagi. Masih ada yang lainnya sih, mungkin akan saya ceritakan di lain kesempatan. Kadang-kadang terfikir kalau bisa tinggal atau kerja di Jepang, di negara yang indah dan maju seperti ini, enak kali yaa. Tapi ketika saya ngomong gitu ke teman yang kerja di Jepang, dia langsung berkomentar “Jepang itu enaknya buat traveling, bukan buat tinggal disana ataupun kerja.” Ini mah dia semacam curcol hahaha.

Kamu ada kesan-kesan apa terhadap Jepang? Atau harapan ketika nanti berkesempatan jalan-jalan ke Jepang mungkin? Share di komentar yaa.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *