Perjalanan Melihat Fenomena Aurora Borealis di Norwegia – Bagian 1

Author - February 6, 2018
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

​Salah satu impian traveling saya adalah melihat fenomena aurora. Awal kepengenan ini sudah lebih dari belasan tahun lalu, saat itu saya sering bertukar email dengan seorang teman berkebangsaan Jepang, seorang backpacker yang suka keliling dunia dan rutin mengirimkan kisah-kisah dan foto-fotonya. Salah satu foto yang dia kirimkan adalah aurora, dia ambil dengan kamera seadanya dan bercerita tentang indahnya aurora. Itu cukup untuk membuat saya ngimpi-ngimpi gimana rasanya melihat langsung.

Duh, sayang itu email dan foto-fotonya sudah raib, seiring raibnya provider email yang dulu saya pakai 😂

Sekian tahun berlalu, realita kehidupan *halah* bikin saya lupa ajah dengan impian-impian traveling, apalagi aurora. Hingga sejak beberapa tahun lalu akhirnya saya sedikit-sedikit bisa wisata keluar negeri dan ketemu temen-temen yang sama-sama suka jalan-jalan.

Awal tahun 2017 saya mendengar kalau teman-teman akan trip ke Norway aka Norwegia untuk melihat aurora. Tapi saya telat daftar, jadi slotnya sudah penuh. Lalu tiba-tiba saja di akhir Juli 2017 datang tawaran dari Mamak Irma Rahayu, seorang soul healer yang juga founder Emotional Healing Indonesia (EHI), dimana saya beberapa kali traveling bareng beliau. Mamak bertanya “trip Norway ada slot kosong, ikut ga Fit?”.

Entah gimana ceritanya ada yang cancel, dan saya harus cepat-cepat ambil keputusan. Ga bolee kelamaan mikir.

Persiapan Melihat Fenomena Aurora Borealis di Norwegia

melihat fenomena aurora borealis di norwegia
Setelah (sedikit) galau, syukurlah saya dipastikan bisa ikut dan hanya punya waktu kurang dari 2 bulan untuk persiapan ke Norway. Biasanya trip saya ga pernah semepet ini waktunya, setidaknya ada waktu 6 bulan sampai setahun, jadi kali ini lumayan mesti serba gercep. Termasuk untuk urus visa, tukar uang, dll. Untungnya ngga perlu beli-beli baju-baju musim dingin lagi, karena masih ada dari traveling sebelumnya. Walaupun sempat kepikir juga apakah dinginnya bakal lebih menggigil or gimana, secara akan ke sisi utara dunia.

Untuk yang bingung mau bawa apa saat traveling di musim dingin, bisa cekidot tips packing musim dingin ini ya. Kurang lebih bawaan saya masih mirip-mirip seperti di artikel itu.

Perjalanan Panjang Menuju Norwegia Untuk Melihat Fenomena Aurora

Hari keberangkatan tiba. Saya ke Norway menggunakan tour GPS Traveler dimana saya memang sudah sering pakai tour ini. Total grup kami ada 16 orang termasuk saya, Mamak Irma, Papa (ayah Mamak Irma), Kang Herry selaku owner GPS Traveler merangkap tour leader, dan teman-teman EHI yaitu Gadis, Tatha, Fira, Ateeh, dan Nadya.

Rute kami adalah Jakarta – Bangkok – Oslo – Tromsø. Karena saya daftarnya telat, jadi flight saya berbeda dengan teman-teman lainnya, lebih cepat 4 jam dan perlu menunggu kedatangan mereka di bandara Suvarnabhumi, Bangkok.

melihat fenomena aurora

Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. (thinkstock)

Ga lama-lama amat sih waktu menunggunya, tapi ada drama sendiri karena wi-fi disana rada ribet dipakai, cuma berlaku 2 jam pula. Lalu saat saya daftar paket tri untuk seharian di Bangkok, entah kenapa ga bisa-bisa dipakai padahal pulsa udah dipotong, saat lapor ke CS-nya via twitter pakai wi-fi bandara yang adut-adutan itu, jawabannya standar abis n ga ngasih solusi. Gimana cara nanti kontakan sama yang lainnya? Kzl.

Lah ini jadi curcol wkwkwk.

Singkatnya, saya berhasil bertemu teman-teman dan ketemu juga dengan peserta lainnya yang jadi teman-teman baru di trip aurora ini.

Perjalanan kami pun berlanjut ke Oslo. Mayan ada 12 jam deh itu diatas langit. Untungnya pesawat agak sepi, saya dapat duduk dekat jendela dan tengah-tengahnya kosong, jadi legaaa. Makanan Thai Airlines pun enak. Jadilah perjalanan panjang itu ga terasa lama.

Dari Oslo Menuju Tromsø

Kami sampai di bandara Gardermoen, Oslo, pagi hari, tapi perjalanan belum selesai, masih kudu lanjut pesawat berikutnya menuju Tromsø yang akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Wajah-wajah kami sudah tampak lecek, belum lagi ternyata pesawatnya delay.

fenomena aurora

Suasana saat menunggu delay pesawat di bandara Gardermoen, Oslo.

Tromsø adalah kota di sisi utara Norwegia dimana kami akan berburu aurora. Kota ini memang terkenal dengan wisata auroranya karena termasuk salah satu kota yang dilalui aurora belt, jadi kemungkinan bisa melihat fenomena aurora lebih besar.

Kami mengunakan maskapai SAS, salah satu maskapai penerbangan terbesar di Norwegia. Pesawatnya tidak terlalu besar dan tampaknya tidak banyak turis di pesawat tersebut. Jadi kami-kami yang berwajah Asia, beberapa berhijab, kelihatan cukup mencolok. Namun konon katanya tipikal orang-orang dari negara-negara Nordic itu ‘mind your own business’ jadi ga ada yang ngeliatin kami dengan lebay atau gimana.

Hari Pertama di Tromsø

Kami sampai di Tromsø sore hari dan langsung menuju Viking Hotel yang terletak ga jauh dari bandara. Memang ga bakal jauh-jauh kemana-mana di Tromsø ini, soalnya kotanya kecil. Saya suka sama hotel ini, hotel dengan rasa apartemen karena kumplit ada ruang tamu, dapur, sampai mesin cuci dan pengeringnya. Mupeng liat furniture terutama kelengkapan dapurnya, yang terlihat minimalis modern dengan style Scandinavia ala di IKEA.

melihat aurora

Dapur komplit yang bikin mupeng 😍 .

Karena badan udah pegel-pegel setelah perjalanan jauh, jadi kami langsung mandi dan berniat istirahat aja. Sayangnya niat tersebut harus ditahan dulu karena keinginan menjelajah kota ternyata lebih besar wkwkwk. Kami berkeliling kota Tromso yang cantik dan tenang, melihat laut yang ga jauh dari hotel, dan tentu aja foto-foto.

melihat aurora borealis

Salah satu sudut kota Tromso yang cantik, yang cukup ditempuh dengan berjalan kaki dari hotel.

Menjelang malam ketika kami sudah bersiap kembali ke hotel, tiba-tiba Kang Herry berseru “Malam ini aurora diperkirakan muncul!”. Semua langsung heboh.

Jadi memang ada semacam prakiraan cuaca untuk kemunculan aurora ini, skala pengukurannya adalah KP, sistem untuk mengukur kekuatan kemunculan aurora dengan angka dari 0-9. 0 berarti sangat lemah dan 9 berarti akan ada badai geomagnetik besar dan kemunculan aurora juga sangat jelas alias terang benderang! Prakiraan kemunculan aurora ini bisa kita cek sendiri di aplikasi atau website. Dan malam itu, selain prakiraan aurora dengan KP 6, Kang Herry pun dapat info dari orang lokal kalau aurora memang akan terlihat malam ini.

Apakah kami akan melihat fenomena aurora borealis di Norwegia di hari pertama ini? Saya lanjutkan di artikel berikutnya ya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *