Perjalanan Melihat Fenomena Aurora Borealis di Norwegia – Bagian 2

Author - February 13, 2018
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Ini kelanjutan kisah perjalanan melihat fenomena aurora di Norwegia pada akhir September 2017 lalu. Cerita sebelumnya bisa dicek di postingan ini ya.

Setelah mendapat info kalau prakiraan kemunculan aurora akan cukup jelas. Maka ga pakai pikir lama Kang Herry langsung memesankan kami semua tiket bus untuk ke Fjellheisen, suatu area di atas bukit. Beberapa dari kami sempat terkaget-kaget “Lho kok kita malah jalan lagi?” soalnya kondisi badan emang udah pengennya tidur aja hahaha. Tapi karena Kang Herry cemungudhnya luar biasa, jadilah kita ngikut aja menuju bukit.

Menuju Fjellheisen Untuk Melihat Fenomena Aurora

Perjalanan ke atas bukit dengan bis hanya perlu sekitar 20 menit dengan ditemani pemandangan alam Tromsø yang indah, kemudian dilanjutkan naik cable car. walaupun sudah jam 7 malam, tetapi masih terang, dan pemandangan dari atas bukit cakepnya kebangetaan. Pastinya ga mungkin tanpa foto-foto lagi lha ya, ga lupa juga bikin stories dan live hahaha.

melihat aurora

Pemandangan dari Fjellheisen yang cakep bangeett 😍 .

Makin malam cuaca semakin dingiiinn, apalagi pakaian kami rata-rata ga ‘siap tempur’ karena rencananya dadakan. Suhu saat itu mungkin ‘hanya’ sekitar 7-8° C tetapi angin diatas bukit itu yang bikin menggigil. Untungnya disana ada restoran dan cafe bernama Fjellstua dengan tempat duduk yang cukup banyak, dan disediakan juga area untuk duduk-duduk didekat pintu keluar yang dilengkapi heater. Jadilah kebanyakan kami mengunggu di dalam karena ga kuat dingin, sementara beberapa teman-teman yang lain tetap menunggu di bukit menunggu kemunculan aurora sembari setting kamera.

melihat aurora borealis

Fjellstua Restaurant, tempat kami menghangatkan diri menunggu aurora.

Ngga lama kemudian kami di whatsapp oleh teman-teman yang di bukit kalau auroranya muncul! Bergegaslah kami keluar melihat ke langit. Terlihat garis-garis putih samar, awalnya ada satu garis, dua garis, kemudian hilang, kemudian muncul di sisi lain langit, muncul sedikit, menghilang lagi. Ternyata kemunculannya ga seperti yang kami perkirakan, garis-garis putih itu bikin kami halu sendiri sambil teriak-teriak “Auroraaa!” 😂 .

Yang bikin geregetannya, ketika tes foto pakai kameranya Mba Ria yang canggih, garis-garis putih tipis dilangit itu berubah jadi hijau di kamera! Kami makin histeris dan penasaran. Semua antri minta difotoin supaya paling ngga udah kelihatan ada ijo-ijo dilangit hihihi. Beberapa kali kejadian seperti itu, bagai di PHP mantan yang katanya mau serius tapi malah ngilang #eh. Garis-garis putih semakin banyak muncul di langit, sekilas terlihat semburat berwarna hijau. Tapi tetep aja ngga hijau cetar seperti di video-video youtube.

Dalam penantian aurora, kami beberapa kali keluar-masuk restoran untuk menghangatkan diri saking dinginnya. Sayangnya cable car akan ditutup jam 10 malam. Jadi kami ngga bisa lama-lama juga disana dan harus segera kembali ke hotel. Seneng karena sekilasan aurora sudah muncul, tapi juga sedih karena ‘gitu doang’.

Kami kembali ke hotel dengan bis dan dilanjutkan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan kami membahas aurora yang putih-putih itu, bertanya-tanya apa memang kemunculannya cuma seperti itu? Apa selama ini foto-foto yang tersebar di internet aslinya ga seperti itu? Warna hijaunya muncul hanya di kamera? Ga lama sembari kami ngobrol-ngobrol, terlihat sekelebatan kehijauan di langit.

Serentak kami melihat ke atas, yang ternyata aurora muncul dan beneran hijauuuu! Bukan putih-putih lagi, dan si aurora menari-nari perlahan, muncul di satu sisi, menghilang, kemudian ke sisi lainnya. Kemunculannya memang tidak terlalu terang benderang atau sampai memenuhi langit. Lebih seperti menyapa pelan-pelan. Tapi tetep aja senengnya ga ketulungan! Aaahh cantik bangeet! Ga ketemu di atas bukit, ternyata aurora ‘nyamperin’ kami.

melihat fenomena aurora borealis di norwegia

Aurora yang kami lihat di hari pertama, lupa ini difoto pakai kamera siapa 😂 .

Sampai di hotel kami masih berkali-kali menengok keluar ke atas langit, ingin menikmati ‘the green lady’ lebih lama. Kalau kami nurutin untuk istirahat dan Kang Herry ga ngotot ngajakin kita ke atas bukit, mungkin kami sudah tidur dan kehilangan momen ini. Kejutan di hari pertama yang ga disangka-sangka!

Menghabiskan Waktu di Tromsø

Kami berencana untuk berada di Tromsø selama 4 hari. Siang hari kami mengisi waktu dengan berkeliling kota, membeli bahan makanan untuk dimasak, wisata kuliner, termasuk mengunjungi museum dan objek wisata terdekat. Ngga lupa untuk beristirahat sedikit alias jangan terlalu capek, karena malam harinya kami akan kembali ke bukit Fjellheisen untuk berburu aurora.

Di malam kedua aurora tidak muncul. Dan di malam ketiga, prediksi kemunculan aurora sangat kuat. Fjellheisen ramai sekali dikunjungi turis yang datang untuk menyaksikan, padahal malam-malam sebelumnya tidak seperti itu. Sembari menunggu, saya dan teman-teman mencicipi makanan di restoran tersebut.

Sayangnya sampai malam belum ada tanda-tanda kemunculan aurora lagi, hanya sedikit putih-putih dilangit. Kami pun kembali ke hotel dengan sedikit kecewa.

fenomena aurora

Kedinginan menunggu cable car di Fjellheisen.

Apakah Dapat Melihat Aurora Fenomena Borealis Setiap Saat?

Untuk penjelasan aurora itu apa dan bagaimana kemunculannya, bisa googling aja ya. Soalnya bahasanya ilmiah, saya pusing juga jelasinnya wkwkwk. Di salah satu museumnya, ada semacam diorama tentang kemunculan aurora, sayang saya ga bisa foto karena gelap.

Aurora memang fenomena yang sulit diprediksi kemunculannya. Ada prakiraannya sih, tapi bisa jadi ga muncul sama sekali karena faktor cuaca dan lainnya, namanya juga prakiraan hehehe. Dan itulah yang terjadi pada ‘perburuan’ kami di hari kedua dan ketiga ini. Makanya kami meluangkan waktu beberapa hari di Tromsø, supaya kalau aurora ga muncul di hari pertama, masih bisa ditunggu di hari lainnya.

melihat fenomena aurora

Salah satu penjelasan tentang aurora di Tromsø University Museum.

Kita jauh-jauh ke negara atau kota-kota yang dilalui aurora belt pun, tetep ga ada kepastian kalau kita bisa melihat aurora. Seperti kisah Mba Indah, teman baru saya di trip ini, dia sudah berkeliling ke berbagai negara termasuk Iceland, Finland, dan negara-negara lainnya selama 6 tahun, bahkan sampai menghadang dingin di cuaca -25° C untuk berburu aurora dan memang belum ‘rejekinya’..

Waktu kami di Tromsø untuk melihat fenomena aurora tinggal sehari lagi. Apakah kami akan melihat yang lebih cetar? Saya lanjutkan di artikel selanjutnya ya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *