Nyasar Ketika Jalan-jalan ke Inggris

Author - February 27, 2018
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

​Saat ke jalan-jalan ke Inggris tahun 2017 lalu, saya sempat singgah di kota York. Bukan New York yang di Amriki itu ya, tapi York di Inggris, saya juga baru tau sih kalo ada kota ini hehehe. York berlokasi di timur laut Inggris, saya dan teman-teman kesana setelah perjalanan dari Durham dan Edinburgh.

Disini cuma semalam doang karena besok hari akan lanjut ke kota lainnya. Sayang kami ga banyak waktu untuk berkeliling, padahal York sebenarnya kota yang cantik dan termasuk kota bersejarah di Inggris. Tapi kunjungan singkat ini jadi bikin saya keinget terus karena ini kota dimana saya nyasar dengan suksesnya ‘n horornya.

Jalan-jalan ke Inggris – Menjelajah York

Sampai di hotel sekitar pukul 4 sore, check-in di Novotel Hotel, dan langsung jalan kaki ke lokasi-lokasi di sekitar hotel. Kami menuju suatu area yang isinya bebagai macam toko yang sayangnya rata-rata sudah tutup semua. Katanya sih pada tutup cepat karena esoknya ada perayaan istana, tapi selama wisata Inggris ini, tampaknya memang toko-toko disana ngga buka sampai malam. Saat itu yang masih buka hanya beberapa restoran dan mini market.

york inggris

Udah sepi kayak gini.

Kami makan malam di Golden Lion. Dan disana kami pesan saja menu paporitnya orang Inggris, fish and chips! Wisata kuliner yang standar banget hahaha. Tapi fish and chips disini porsinya besaaar hingga bisa dimakan berdua.

jalan jalan ke inggris

Porsinya segini banyak 😍 .

Saat kami datang suasana tidak terlalu ramai, namun semakin malam semakin banyak pengunjungnya yang ternyata, orang-orang berkumpul untuk nobar bola di TV, sampai ada nenek-nenek dan teman-temannya yang ikut serta. Teman-teman saya yang penggemar bola seneng banget, kapan lagi nobar sama orang lokal di negara pendukungnya?

wisata inggris

Pose kami saat laper tapi tetap sumringah.

Selesai makan jam 9. Saat itu kami ada berenam, tapi yang lain masih asik nobar. Sementara saya udah capek dan ngantuk berat, kirain yang lain mau udahan, ternyata belum. Karena keburu keluar restoran, akhirnya saya ditemani teman saya, Snupih, untuk balik ke hotel.

Kota Tua York di Malam Hari Saat Jalan-jalan ke Inggris

Hari sudah gelap saat kami keluar restoran. Sebenarnya saya agak lupa jalan kembali ke hotel, apalagi karena sudah malam suasana kelihatan beda dibanding saat datang tadi. Saya mengandalkan Snupih, yang ternyata dia juga ga inget-inget banget hahaha. Tapi saat itu kami masih santai karena ada wi-fi portabel yang disewa di Jakarta, bisa tinggal pakai google map lah.

Kami jalan sambil ngobrol-ngobrol, jalan seingat kami, hingga di suatu perempatan Snupih bertanya “Kita tadi lewat sini ga sih?”.
“Hmm.. kayaknya iya,” jawab saya ragu-ragu.
“Seinget gue sih tadi emang ada gedung yang ini.”
“Coba liat google map aja.”
Snupih menyalakan wi-fi dan mencoba cek google map, saya pun juga mencoba online dari HP saya. Sinyal wi-fi penuh, tapi kami ga bisa koneksi internet sama sekali.
“Kok ga bisa ya?” tanya Snupih.
“Iya, di gue juga ga bisa. Jangan-jangan kuotanya habis.”

Setelah beberapa menit mencoba tanpa hasil, kemudian kami memandang sekeliling kota yang temaram.
“Kita tadi lurus atau ke kanan ya?” tanya Snupih lagi.
“Lupa gue, mungkin ke kanan..”
“Hm.. seinget gue juga ke kanan sih.”

Kami berjalan lagi, kali ini sembari sibuk cek HP masing-masing, masih mencoba online. Semakin berjalan, jalanan semakin sepi dan sunyi.

“Kita coba tanya toko itu yuk,” Snupih menunjuk ke salah satu minimarket yang masih buka.

Disana kami bertanya ke penjaga toko, walaupun tidak kelihatan terlalu yakin, tapi dia tahu letak hotel kami, yang kemudian berusaha menunjukkan jalannya.

Kami keluar minimarket dan belok kanan mengikuti arahannya. Sambil berjalan.. kok jalannya semakin sepi ya.. ngga ada lagi toko-toko yang buka, lampu jalanan semakin sedikit, jalanan semakin mengecil.. Saya mulai deg-degan. Bayangin aja suasana kota dengan bangunan-bangunan tua, gereja-gereja macam di Kathedral Gambir, malem-malem, udah dikit banget ada tanda-tanda kehidupan pula. Duh ya Allah, saya serasa di Silent Hill, palagi pas gerejanya udah bunyi “dong dong dong”.

Btw, tau Silent Hill ga ya? Ini game horor jadul yang sempet difilmkan sekitar 10 tahun lalu. Suasana di gamenya serba kelabu dengan setting kota tua. Mirip-mirip lah sama York.

Terlihat ada orang di terduduk pinggir jalan seperti mabuk. Feeling saya ga enak, jadi mending ga deket-deket. Hingga akhirnya kami tiba di ujung jalan yang gelap, di sisi kiri kami ada gereja tua, feeling saya makin ga enak “Kita balik arah aja deh,”.

Kami berbalik ke jalan sebelumnya, hingga ngga sengaja saya melihat papan penanda di depan toko yang kurang lebih bertuliskan “A man was found brutally wounded”. Ya Allah ini apa lagii? Saya cuma bisa menelan ludah dan ga mau baca kelanjutan tulisannya. Makin parno!

Kami berjalan melewati minimarket sebelumnya, lurus lagi hingga di perempatan, jalan awal kami tadi sih sebenernya. Tapi disana agak lumayan, penerangan jalan lebih banyak dan masih ada toko-toko yang buka. Kemudian kami belok ke kiri, dan disana ada pasangan beserta anak kecil yang baru keluar dari restoran di dekat situ. Kami bertanya jalan ke mereka. Sayangnya pasangan itu ngga tau hotel kami, namun mereka berinisiatif mencari di google map dari HP. Sepertinya sih sudah ga jauh.

travel ke inggris

Hasil google map dari HP pasangan tersebut.

Saya agak ragu-ragu mengikuti jalan yang diarahkan google map mereka, karena di arah tersebut kami harus melewati parkiran mobil yang juga kelihatan sunyi senyap dan temaram. Tapi apa boleh buat, kami udah ga tau jalan lagi.

Ga lama dari situ kami sampai dekat kastil tua, yang belakangan saya tahu bernama Clifford’s Tower, dari situ saya ingat kalau ini sudah dekat hotel.

Tapi perjuangan malam ini belum selesai saudara-saudaraa. Tadi kami menuju Golden Lion dari jalan pintas di belakang hotel yang ada sungai panjang. Dan di malam hari itu, jalan itu udah gelap gulita, penerangannya cuma lampu-lampu gedung di kejauhan. Sempat kepikir mending muter deh ini, mau coba cari jalan depan hotel, tapi nanti kalau nyasar lagi piye? Jadilah mau ga mau lewat situ.

wisata uk

Jalannya kayak gini, saya ga foto, jadi ini dari google map ajah.

Kami jalan dalam diam dan gelap. Rasanya jalanan itu panjaaang banget wkwkwk. Pelan-pelan jalanan semakin terang, sedikit mendaki tangga, dan akhirnya kami sampai di hotel! Alhamdulillah! Kaki langsung lemas, antara pegel dan legaaa.

Sesampainya di hotel ternyata teman-teman di restoran malah sudah sampai, dan mereka khawatir karena saya dan Snupih malah belum balik, ga bisa dihubungi pula. Ternyata ada sekitar 1.5 jam kami nyasar, rasanya udah kayak semaleman. Dan wi-finya pas nyampe hotel nyala dong! Kzl!

Pagi harinya, ketika kami akan meninggalkan York dan lanjut wisata Inggris menuju kota-kota lainnya, driver kami bercerita sejarah kota York yang ngeri-ngeri sedap. Menurut ceritanya, di Clifford’s Tower, kastil yang kami lewati semalam, terjadi pembunuhan massal terhadap kaum Yahudi, dibakar hidup-hidup 300 keluarga. Konon katanya sejak saat itu ga ada satupun lagi bangsa Yahudi yang tinggal di York. Drivernya juga bilang kalau York ini kota paling berhantu di Inggris. Untung dia ceritanya pas kita udah keluar dari sana.

gambar jalan jalan ke inggris

Clifford’s Tower

Oya, saya dan Snupih sama sekali ga kepikiran buat foto-foto di malam nyasar di York saat jalan-jalan ke Inggris ituh, udah keburu parno soalnya. Satu-satunya foto yang saya ambil cuma foto google map dari HP-nya pasangan yang bantuin kami. Jadi maklum aja kalau kisahnya tanpa foto-foto yang ‘proper’ 😁 .

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *