Review Bebek Kaleyo Rawamangun

Author - March 20, 2018
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Mungkin sudah banyak yang tahu Bebek Kaleyo. Bisa dibilang sebagai salah satu pioneer ramainya kuliner perbebekan di nusantara. Review ini sebenarnya sudah saya tulis sekitar tiga tahun lalu saat kuliner bebek lagi ramai-ramainya, tapi entah kenapa tertunda terus untuk diselesaikan, jadi harap maklum kalau infonya telat hehehe.

Saya sering melewati resto Bebek Kaleyo di Cempaka Putih yang kebetulan lokasinya dekat rumah, ramenya ampun-ampun, dan hampir selalu bikin macet sepanjang jalan. Saking ramenya sampe ga minat buat mampir.

Kebetulan ada undangan bukber disana, bukan Bebek Kaleyo di Cempaka Putih sih, tapi di cabang Rawamangun, jadilah sekalian icip-icip dan wisata kuliner.

bebek kaleyo

(kaleyo.com)

Menu Bebek Kaleyo

Ternyata tempatnya sama aja ramenya, cuma sempat agak sepi dikit karena saya datang setelah jam buka puasa. Tempatnya juga agak semrawut, agak remang-remang, dan riuh karena ada live music. Saya bersama suami memesan dua menu, bebek kremes dan bebek cabe ijo. Pas mesen sempat ditanya mau bebek muda apa ngga? Katanya sih yang muda ukurannya lebih gede dengan harga lebih mahal, kami pilih yang biasa saja sesuai harga di menu.

menu bebek kaleyo

(kaleyo.com)

Review Bebek Kaleyo

Saat pesanan kami dateng, saya langsung komentar, lah bebeknya kecil amaatt, ikutan puasa apa kali ya itu bebek-bebek sampe ukurannya segitu wkwkwk. Beda sama gambar dimenunya deh. Sayurnya pun seuprit, nasinya juga, bebek cabe ijonya enak tapi ya enak aja ga seberapa nendang. Daripada sambel cabe ijonya malah lebih enak sambel bawang yang dimeja. Pesenan suami si bebek kremes juga sebelas-duabelas rasanya.

gambar bebek kaleyo

Ayamnya kurang lebih sekecil ini lah, apa lebih kecil lagi ya? Waktu itu ga kepikir foto jadi ga ada foto aslinya 😂 . (zomato)

Saya menebak-nebak apakah karena jam buka puasa dan tamunya lebih ekstra daripada biasanya jadi porsinya dikecilkan? Entahlah.

Sepanjang makan ga nemu tisu juga dimeja, lupa dikasih apa gimana. Pelayanan so-so tapi makanan cepet dateng. Sayang bayarnya mesti jalan sendiri ke kasir dibawah, padahal sedang ramenya kayak gitu, jadi bikin antrian panjang. Sempat juga pas lagi ngantri bayar itu ada mbak-mbak misuh-misuh, kayaknya dia pesen buat dibawa pulang tapi ga tercatat jadinya ribut di kasir. Sayang banget sih, padahal dengan Bebek Kaleyo yang seramai ini, lebih enak kalo bayarnya bisa dimeja dan yang pesan untuk dibawa pulang bisa diantarkan pesanannya langsung kemeja untuk sekalian dia bayar. Aneh.

Bebek Mini di Bebek Kaleyo

Soal si bebek mini di Bebek Kaleyo, saya jadi survey kecil-kecilan ke teman-teman kantor saking penasarannya, ukurannya emang biasanya segitu atau memang saya pas lagi apes?

Dari tiga orang yang saya tanya, satu orang bilang kalau dulu pas dia makan ukurannya sih gede, entahlah dulunya kapan wkwkwk. Dua orang lagi bilang kalau ukurannya emang kecil dan rasanya biasa aja. Jadi penilaian saya ga salah-salah banget dong ya *nyari temen ceritanya*. Mungkin kalau mau bebek yang ukuran besar memang mesti pesan bebek muda seperti saran mbaknya. Atau kalau menu lain lebih mending kali ya, karena saya lihat ada juga menu ayam untuk yang ga mau makan bebek.

Kesan pertama makan disini terus terang ga terlalu oke. Ga terlalu sesuai ekspektasi kalau melihat dari ramenya tempat ini. Saya kira akan super duper eunak, atau porsinya besar, atau murah, atau dengan pelayanan paripurna, atau apalah yang cukup worth it.

bebek kaleyo rawamangun

Ramenya saat itu mirip-mirip gini. (kaleyo.com)

Mau ke Bebek Kaleyo lagi? Kayaknya ngga, mending icip-icip tempat bebek lainnya aja. Tapi okelah buat yang sekedar mau ngilangin rasa penasaran kenapa ini tempat rame banget, barangkali lebih beruntung dari saya hehehe. Dan kalau cuma makan sendiri atau berdua ke Bebek Kaleyo Rawamangun ini, saya sarankan mending naik motor aja ya biar ga susah parkir dan ga kena macet.

Oya, sisi baiknya dan juga kabar gembiranya, Bebek Kaleyo kini udah ada stempel halalnya dari MUI. Dan katanya sih di Bebek Kaleyo Rawamangun ini ada tempat shalatnya juga, kemaren saya ga shalat disana, jadi ga lihat tempatnya seperti apa. Tapi pastinya cukup membantu buat yang misalnya mau makan malam tapi mepet shalat maghrib, daripada cari tempat shalat lagi, bisa shalat dimari.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *