Tips Bikin Visa US

Author - August 28, 2015
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Banyak yang bilang bikin visa US itu susah dan nyeremin. Macam-macam deh saya mendengar kisah-kisah sangar dalam membuat visa US. Yang petugasnya nggak ramahlah, syaratnya susahlah, ditolaklah, dan lain sebagainya.

Sempet keder bin jiper sih pas giliran saya kudu buat visa US. Dan seumur-umur rada kagak percaya nih kaki bakalan nginjek bandara JFK di New York ahaaayyy…

bandar udara JFK di US

Bandar Udara JFK di US (Sean Pavone / shutterstock)

Gimana ceritanya… sabar bro… ginih… jadi ceritanya Teh Irma Rahayu, seorang Soul Healer yang juga coach-nya saya, diundang bicara di US oleh Imam Shamsi Ali, seorang imam di Masjid Al Hikmah, Jamaica-Queens, NY.

Imam Shamsi atau yang kerap kita sapa Ustad ini kebetulan bukunya yang berjudul “Menebar Damai Di Bumi Barat” diedit oleh saya. Sekali waktu saya cerita tentang Teh Irma ke Ustad dan tertarilah beliau.

Singkat cerita kami diundang ke US, horraaayy… etapiii saya kebat-kebit urusan visa. Err… lebih tepatnya nggak pede kalau menyertakan fotocopy rekening tabungan. Maklum saya ma apa atuh, rekeningnya recehan wkwkwkkw. Ditambah kabar kabur katanya katanya tentang kedutaan US dalam pengurusan visa.

Sebelum urus visa, atas rekomendasi Ustad Shamsi, saya ngobrol-ngobrol dulu dengan beberapa staf sebuah production house yang pernah meliput Ustad ke US. Dari mereka saya mendapat nomor telepon seorang agen visa.

Kami memutuskan via agen biar nggak ribet daftar online dan atur waktu. Fee agennya juga murah, hanya 200 ribu rupiah. Bahkan waktu saya ceritakan jumlah saldo saya di rekening, agennya prihatin kok huahahah.

bersama teh irma rahayu

Bersama Teh Irma Rahayu di Lincoln Memorial

Tapi Bismillah… berbekal selembar surat undangan dari Ustad Shamsi dan sederet persyaratan dari agen, seperti:

  • ya itu surat undangan kalau ada
  • paspor (termasuk paspor-paspor lama jika ada)
  • surat referensi dari kantor jika ada
  • surat keterangan gaji
  • surat sponsor jika ada
  • fotocopy rekening tabungan *uhuk
  • nah ini lupa-lupa ingat… apa perlu ijazah terakhir dan KTP
  • pas foto untuk keperluan urus visa, nah ini bisa foto di kantor agennya atau ke studio foto yang paham pas foto untuk keperluan visa US.

Kabar-kabur lagi… untuk wanita berjilbab konon fotonya kudu kelihatan telinga, tapi kabar-kabur lain bilang nggak apa kok pakai jilbab selayaknya. Akhirnya kami memutuskan pakai jilbab selayaknya saja.

Tibalah hari wawancara, berhubung kantor agennya di jalan Sabang, nggak jauh dari kedubes US, maka mobil parkir di sana. Kami ke kedubes naik bajaj hihihi. Karena di sana nggak ada lahan parkir.

Peringatan: bawa barang-barang yang perlu aja, karena nanti semua ‘ditahan’ oleh petugas, kami masuk area wawancara hanya bawa dokumen. HP aja ditahan. Segala tetek bengek macam powerbank, kabel, charger,flasdish nggak boleh dibawa ke dalam, dititipkan. Kalau bawa permen bisa pilih: dihabiskan semua saat itu atau dibuang hihi… karena nggak bisa dititip.

foto di NY

Foto di the Washington Monument

Sampai ruang tunggu, kita duduk sambil menunggu antri di loket tahap pertama yang mengecek kelengkapan dokumen. Lalu dapat nomor kelompok. Masing-masing kelompok menunggu masuk ke sebuah ruangan untuk scan sidik jari dan wawancara.

Nah, biarpun Anda jago bahasa Inggris, mendingan pakai bahasa Indonesia aja, wong bule yang wawancara di balik loket pakai bahasa Indonesia kok. Nggak usah show off lah.

Saya deg-degan pasti, sementara Teh Irma nyantai. Saya nggak berhenti berdoa karena surat sponsor yang kami minta belum dapat. Yasudlah pasrah.

Begitu giliran saya dan Teh Irma, si bule nanya nggak lama, cuma mencocokan nama di paspor, kemudian nanya:

  • dalam rangka apa ke US
  • berapa lama
  • ada surat undangan?
  • udah pernah ke negara mana aja
  • ada saudara di US?
  • pekerjaan

ALHAMDULILLAH copy rekening tabungan kagak diminta hahaha… dan tahu-tahu dapat selebaran kalau visa disetujui. Paspor bisa diambil dalam jangka waktu 3 hari ke depan.

Kami ambilnya ke agen tentu saja dan taraaaa… 5 taon bok! Yippeey… bisa bolak balik dung *gayak

visa US

(shutterstock)

Nah, ternyata kedubes US nggak seseram kabar-kabur yang beredar. Mungkin dulu iya, tapi sekarang mungkin mereka mau mengubah image, sampai satpamnya aja ramah kok. Saya sih nggak ngalamin dijutekin.

Dan nggak perlu menyertakan bukti bookingan pesawat segala. Nggak tahu ya kalau tujuan awalnya sebagai turis. Tapi visa yang kami dapat juga visa kunjungan sebagai turis kok, bukan bisnis.

Saya sarankan pakai surat undangan dari teman yang tinggal di US untuk memperkuat. Mereka hanya ingin diyakinkan kalau kita nggak bakalan ngegembel dan terlunta-lunta lantas jadi imigran gelap di sana.

Kemudian, kalau bisa juga mengurus visanya jangan sendiri. Kalau mau pergi beberapa orang, langsung barengan aja, dalam surat undangan juga langsung tulis semua nama dan wawancara barengan, kemungkinan dapat visa 5 tahun lebih besar, ketimbang urus sendirian. Karena ada teman urus sendirian dan bahkan ada surat undangan juga, hanya dapat visa 6 bulan. Nyesek kan. Biayanya juga sama, sekitar 160 US$.

di depan new york police dept

Di depan New York Police Dept

Begitulah ketegangan dalam mengurus visa US. Udah pede aja dulu. Satu hal yang musti dan kudu diingat, meski seabrek persyaratan disiapkan dan ada faktor-faktor yang mungkin bikin nggak pede… ingat selalu untuk menyertakan Allah dalam prosesnya… karena pertolonganNya pasti datang kalau kita yakin *ngomong ama kaca, keplak pala ndiri*

Selamat mengurus visa US ya…

Writer,content editor dan media relations www.irmarahayu.com. Hobi memperluas link, ngelus kucing ‘n jalan2.
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *