Jadi Turis Kejar Target di Paris

Author - November 19, 2015
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Jadi ceritanya saya mau ke Jerman tapi apply visa lewat kedutaan Perancis yang mana bikin saya kudu masuk Eropa lewat negara tersebut. Jujur aja dari segudang negara yang ingin saya kunjungi Paris merupakan negara yang tidak pernah saya masukkan kedalam daftar. Saya lebih tertarik ke Jerman dibanding negara tetangganya itu. Hingga pada hari Sabtu, 5 September 2015 sampailah saya di kota Paris. Saya hanya sehari di negara tersebut karena esok harinya saya langsung pergi ke Munich. Jadi saya hanya punya waktu kurang dari 24 jam untuk mengunjungi tempat-tempat khas turis.

turis di paris

(Ilustrasi : instagram.com/fitrinl)

Hal pertama yang saya putuskan adalah saya mau jadi turis kejar target, yaitu yang mengunjungi tempat wisata sebanyak mungkin. Saya belum ingin belanja karena tau space yang tersisa dalam koper saya sangatlah terbatas dan saya masih akan mengunjungi beberapa negara lagi, jadi belanja pun saya coret dari daftar to do list saya dan saya bukan pecinta sejarah jadi mengunjungi museum juga saya coret. Sampai akhirnya saya putuskan saya mau puas-puasin foto-foto hari itu.

Dari hotel tempat saya tinggal yang terletak di stasiun Colonel Fabien saya mendapat brosur lengkap tempat wisata ngehits di Paris yang kudu dikunjung beserta rute kereta yang harus diambil.

Mengunjungi Menara Eiffel

Pertama yang saya ingin kunjungi tentunya menara Eiffel. Itu semacam tempat yang wajib banget didatangi saat ke Paris. Rasanya belum sah ke Paris kalo belum foto di sana. Jadilah saya mengambil rute menuju Eiffel. Saat berganti rute saya baru tau kalau stasiun tempat saya ganti kereta ternyata merupakan tempat dimana Champss Elisse berada. Yang saya lakukan hanyalah keluar dari stasiun dan monumen itu berada persis di depannya.

Seperti yang saya duga, tempat itu dipenuhi para turis seperti saya yang ingin foto-foto cantik. Jadi setelah puas foto-foto di sana saya pun kembali ke stasiun kereta untuk menuju menara Eiffel. Di sana pun turis yang ada lebih banyak lagi, setelah keluar dari stasiun keretA saya harus berjalan selama lima belas menit menuju menara cantik tersebut.

turis paris

Penuhnya pengunjung di area tersebut membuat saya harus ekstra waspada dengan barang bawaan saya. Ada banyak sekali penjual makanan di pinggir jalan yang bisa menggugah seleramu yang gemar jajan. Di sana akan ada antrian panjang para pengunjung yang mau naik ke Eiffel tower, saya sih ga cukup rajin buat ikutan, setelah puas foto sana sini yang lumayan bikin deg-degan karena saya mau foto seluruh badan menggunakan tripod di tempat yang dipenuhi para copet itu saya pun memutuskan untuk ke Notre Dame. Tapi hujan menggagalkan rencana itu, saya yang ga bawa payung terpaksa masuk ke stasiun kereta untuk berteduh.

Notre Dame yang Megah

Setelah menyusuri stasiun tanpa arah ternyata saya menemukan line kereta yang bisa membawa saya sampai ke Notre Dame. Setelah keluar dari stasiun saya berjalan selama lima menit menuju bangunan yang berdiri dengan gagah itu. Jam sudah menunjukkan pukul 6 dan hujan masih turun rintik-rintik tapi tempat itu masih dipenuhi oleh turis. Saya hanya berada di sana kurang lebih sepuluh menit sampai akhirnya saya putuskan untuk mencari jalan menuju Musee de Louvre. Perpaduan antara males keujanan plus lelah akibat penerbangan nan panjang dari Jakarta membuat saya ga cukup rajin buat berputar-putar, saya pun memutuskan kembali ke stasiun kereta untuk kembali ke hotel.

tempat wisata di paris

Tapi saya duduk sebentar di bangku taman karena ingin membuka bekal crepes nutella yang saya beli ketika di eiffel tower tadi. Saat hampir selesai makan ada seorang lelaki yang menghampiri dan mengajak saya berbicara, dia tampak begitu bersemangat mengajak saya berbicara dalam bahasa perancis yang tidak bisa saya mengerti sedikitpun. Ia lalu bertanya berapa lama saya akan tinggal di sana plus tempat apa saja yang sudah saya kunjungi. Saat saya mengatakan saya mau ke Musee de Louvree dia pun menawarkan diri untuk mengantarkan kesana. Ia bilang jaraknya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Akhirnya saya pun mengikutinya, ia juga mengajak saya menuju Vedettes Du Pont yang merupakan tempat simbolik di sungai sein, kabarnya banyak pasangan yang menuliskan nama mereka di gembok lalu menyantolkannya pada pagar besi yang berada disana kemudian membuang kuncinya. Katanya sih cintanya akan abadi. Eheum. Saya sih ga cukup kecentilan buat ikutan. Nah, buat kamu yang ga bawa gembok ketika tiba disana ga usah khawatir karena ada penjual gembok yang siap sedia di sana.

Musee de Louvree di Paris

Setelah berjalan selama hampir dua puluh menit akhirnya saya tiba di Musee de Louvree. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, matahari sudah hampir terbenam sehingga sudah tidak begitu banyak turis di sana. Saya menghabiskan waktu lima belas menit sebelum akhirnya memutuskan pulang karena langit sudah gelap dan mustahil untuk foto-foto keren dengan minimnya cahaya.

wisata di paris

Pukul sepuluh malam saya sudah duduk manis di kamar, sudah selesai shalat dan minum tolak angin supaya tidak masuk angin setelah sesorean angin-anginan di luar. Hari itu total ada lima tempat yang saya kunjungi. Rasanya cukup memuaskan hasrat foto foto cantik ala miss turis.

Buat kamu yang punya waktu terbatas dalam mengunjungi sebuah kota mungkin kamu bisa coba jadi turis kejar target. Untuk sejarah tempat tujuan rasanya bisa deh kamu google sendiri, cuma klo foto diri di tempat tersebut rasanya blom bisa dicari di google ;D

Semoga tulisan ini berguna.
Cheers,
Miss Bella Hasky

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *